Catatan di Hari kedua bulan puasa
Tidak tahu mengapa tahun ini
saya merasakan ketenangan menjalani ibadah puasa. Tidak ada rasa lapar
dan haus, hanyalah kepasrahan dan niat yang luar biasa untuk berpuasa.
Tahun ini juga, anakku Zidane yang berumur 5 tahun memberikan inspirasi
yang luar biasa untuk kita satu keluarga. Dipagi hari dia bangun untuk
Sahur perdana dengan kita semua. Neneknya terus mengingatkan
untuk makan yang banyak pas sahur. Tetapi karena dia terlalu mengantuk
Soto dan nasi di mangkoknya tidak mampu dia habiskan.
Alhasil
dari jam 12 siang dia sudah mulai gelisah karena lemas, lapar dan haus.
Kita terus memotivasi dia untuk mencoba puasa full sampai Maghrib.
Motivasi kita lakukan juga dengan cara memperbolehkan dia bermain PSVita
baru saya. Kita coba alihkan perhatiannya. Tetapi itu hanya bertahan
beberapa jam saja. Dia mulai mengeluh lagi, padahal waktu menunjukkan
dua jam lagi Bedug Maghrib. Akhirnya kita usahakan dia untuk tidur dulu
agar pas bangun dia bisa langsung berbuka puasa.
Satu jam
sebelum berbuka dia terbangun dan meraung raung karena lemas dan
kelaparan. Kita coba alihkan perhatiaanya dengan cara mengajaknya ke
Alpha Mart yang didekat rumah kami dan memperbolehkan dia memilih eskrim
dan snack pilihannya. Eh malah sampai sana dia malah minta pulang.
Zidane saking lemasnya hanya bisa memikirkan berbuka puasa bahkan segala
Ice Cream, Coklat, Snack dan makanan favoritenya tidak cukup
mengalihkan pikirannya dari kelaparan.
Begitu Adzan Maghrib
berkumandang kita semua berkumpul di meja makan dan bersorak sorai
bergembira dan mengucapkan selamat kepadanya!! Satu rumah memberikan
selamat dan mencium dia dan menyatakan bahwa dia membuat kami bangga.
Dia diumur 5 tahun sudah berhasil berpuasa full! Pencapaian itu
sepertinya tidak diperdulikan lagi, karena kolak, es kelapa muda, cendol
sudah dengan cepatnya dia lahap bergantian. Aku bilang ke dia bahwa
jangan makan nasi dulu setelah berbuka. Nikmati tajil dan langsung
Sholat Maghrib dulu. Setelah Sholat dia malah tertidur lagi dengan
pulas. Jam delapan malam dia terbangun dan kalap makannya. Hahahahaha
semua yang ada di meja makan dia makan. Saya belum melihat tanda tanda
bahwa dia bangga kepada dirinya sendiri akan pencapaiannya. Yang saya
lihat hanyalah anak saya berumur lima tahun yang berhasil berpuasa penuh
dan makan dengan lahap karena lapar.
Sahur hari kedua baru
saja kita laksanakan. Dan kali ini Zidane lebih banyaj makan karena dia
belajar dari pengalaman sehari sebelumnya. Kali ini dia lebih semangat
dan persiapannya lebih mantap. Kebanggaan orang tua adalah bila anak
mereka bisa menjadi manusia yang lebih hebat daripada mereka. Saya
diumur lima tahun tidak mungkin berpuasa karena saya terlalu manja
mungkin. Dan bila sedang sahur, mata kami hanya lima watt dan mengeluh
kesah karena harus makan disaat sedang enak bermimpi.
Pagi ini hanyalah niat dan semangat yang saya lihat didalam mata Zidane !! Hebat !!
Zidane you are kind, you are smart you are important !!
And we are so proud of you Love :)
- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar