kau dan aku selalu untuk selamanyaa . .

kau dan aku selalu untuk selamanyaa . .

Selasa, 15 Januari 2013

Love You Kamu ( Blink)

Berawal dari Putih abu-abu 2, sinetron yg paling ditunggu-tunggu setelah putih abu-abu season 1 selesai. Awalnya sih emang karena ada Eza Gionino disini hihi tapi entah karena sering nonton dan emang ceritanya seru jadi suka deh. Apalagi soundtrack yg sekarang ngena banget di gue hihi kaya gini nih lirik lagunya simple lagi 
 
 Blink - Love You Kamu

"Menyesal , Kesal   
Gak Bilang , Sayang   
Cinta , Kamu   
Padahal aku suka
   
Sayang   
Andai tak ragu ungkap   
Cinta kamu   
Padahal aku suka
   
 
Ingin kembali   
Ingat kisah kita   
Saling pandang   
Tak mampu ungkap kata   
Cuma hati yang bergetar   
Antara kita berdua tak tahu   
Kita saling suka
   
Love you kamu itu dulu   
Love you kamu angin semu   
Love you kamu masa lalu   
Love you kamu tunggu dulu
   
Love you kamu cuma rindu   
Love you kamu tak menentu   
Love you kamu jadi sendu   
Love you kamu dududu?
   
Love you kamu itu dulu   
Love you kamu angin semu   
Love you kamu masa lalu  
Love you kamu dudududu?
   
dudududu?   
Love you kamu dududu?"
 
 

Minggu, 29 Juli 2012

Catatan hari ke 9 puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari ke 9
Apa jadinya dunia ini tanpa Internet. Tanpa World Wide Web?
Apa rasanya ngabuburit tanpa melihat status FB teman teman kamu atau melihat apa yang sedang Trending Topic di Dunia? Bila dunia ini off line terus kemungkinan percepatan zaman tidak akan terasa seperti sekarang ini.

Manusia menjadi begitu ketergantungan dengan yang namanya Internet sampai yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh. Sering kali aku memperhatikan orang di seluruh ruangan kalau lagi makan di sebuah restaurant. Sekarang orang duduk di satu meja tetapi tidak ada interaksi satu sama lain tapi hanya mengutak ngatik Gadget masing masing. Lebih memilkukan lagi bila yang di meja tersebut adalah keluarga yang ibu dan bapaknya hanya main BB dan anak anaknya dicuekkin.

Zaman sekarang kita akan jauh lebih panik kalau ketinggalan Hand Phone atau gadget kita dibandingkan ketinggalan dompet atau yang lainnya. 3G selalu menjadi idaman dan tempat free WiFii menjadi incaran. Kalau logo berubah menjadi Edge dan tidak 3G wuiiiiiiiiiiih rasanya wiwiwiwiwiwiw uring uringan.

Sekarang setiap aku baru kenalan dengan orang baru, pasti saya ditanya pin BB saya. Saya langsung bilang ke dia. Saya sudah tiga tahun lebih tidak pakai BB. Terus pasti mereka selalu nanya mengapa? Terus saya bilang saya masih ingin menikmati hidup saya sendiri. Tanpa ada BBM, tanpa adanya BB broadcast Message aku masih bisa hidup dan malahan hidupku lebih nikmat. Apalagi terkadang suka lucu melihat orang yang selalu mencari colokan untuk mengisi ulang baterai BB yang terkenal sangat gampang habis. Dikit dikit chargeran dan colokan dicari.

Tidak hanya BB. Twitter dan Facebook juga merubah hidup kita sampai sampai cara kita melihat orang ialah dari ukuran status dan followernya. Sedangkan itu bukanlah tolak ukuran bagi aku. Bagi aku tolak ukuran seorang manusia ialah dari bagaimana dia bisa berguna bagi manusia di sekitarnya. Apakah dia bisa menginspirasikan orang untuk menjadi lebih baik, apakah dia bisa ikhlas membantu orang lain, apakah dia bisa menjadi anggota keluarga yang dibanggakan. Apakah kita bisa menjadi manusia yang bangga dan bahagia setiap kali kita berkaca di cermin setiap pagi? Apakah kita bisa menjadi Rahmatan Lil'Alamin ? Itu yang menurut saya ialah tolak ukur seorang manusia.

Jadi sekarang nikmati hidupmu bukan lewat layar kaca Handphone atau BB mu. Nikmati hidup lewat mata dan hatimu ...

Selamat Liburan dan Selamat Berpuasa ...

Allah bless you guys :)


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Catatan hari ke 8 puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari Ke 7

Pernahkah punya pengalaman hampir mati karena kecelakaan?

Saya dua tahun belakangan ini sudah dua kali hampir mati. Yang pertama saya ingat betul kejadiannya. Hari itu adalah hari Natal, tanggal 25 Desember 2010. Saya sepedaan dan dari belakang di tabrak motor yang sangat kencang sehingga dia terpental menghantam trotoar sedangkan kepala saya terbentur aspal berkali kali karena gulingan diatas aspal.

Yang kedua ialah kemarin pas manggung di Kota Manado. Saya naik keatas barikade penonton. Dengan niat untuk jangan sampai terjatuh. Tiba tiba tidak tahu mengapa saya terjatuh ke penonton. Saya melihat Riri, Asistent Nidji meraih tangan saya dan menarik saya dari penonton. Tiba tiba kami berdua merasakan tegangan listrik di tubuh kita. Badan saya berhasil dia tarik tetapi malahan saya jatuh diatas kumpulan kabel listrik untuk panggung. Jadinya malah saya terkena tegangan listrik untuk kedua kalinya. Dan yang kali ini tidak ada Riri yang menyelamatkan saya, hanya disambut kegelapan.

Dua kejadian ini selalu berakhir dengan hal yang sama. Selalu berakhir di tempat tidur Rumah Sakit di ruangan Gawat Darurat. Dan efeknya juga selalu sama. Saya semakin takut akan kematian. Makanya sekarang saya selalu berdoa lebih khusuk di segala aktifitas apalagi bila sedang naik pesawat terbang. Kalau sedang mengudara pesawat kami masuk ke kawasan bercuaca buruk maka saya biasanya langsung mengambil Iphone saya dan melihat lihat foto Aisha, Zidane,Cynthia dan tangan kanan atau kiri saya merangkul tangan siapapun disebelah saya ( Semua Anak Nidji sudah kena giliran ).

Tapi ada satu yang saya dapat simpulkan dari kedua kejadian tersebut. Sebelum naik sepeda dan manggung saya tidak pernah berdoa. Bahkan saya ingat banget bahwa selama bersepeda saya tidak berhenti berdzikir. Kekuatan Doa dan Berdzikir memang luar biasa karena berapa kali saya berhasil diselamatkan dari kematian.

Saya jadi ingat ketika ibu saya juga diselamatkan dari kematian di Fillipina. Waktu itu ibu saya menginap di sebuah hotel di saat sedang menghadiri Business Trip kantornya. Saya waktu itu masih Balita. Dimalam hari saat dia tertidur asap mulai masuk kekamar dan saat dia tersadar hotel yang dia tempati sedang terbakar. Dia keluar dari kamar tetapi langkahnya terhenti karena semua yang dilihatnya hanyalah asap dan kobaran api sedangkan beliau berada dilantai lima.

Disaat itu juga ibuku langsung berdoa, "Ya Allah, bila ini memang takdirmu aku pasrahkan saja, tetapi Ya Allah hambamu ini masih memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan saya ...". Belum selesai beliau berdoa tiba tiba dia melihat sosok orang yang berlari didepannya. Orang itu tinggi besar maka dengan gampangnya ibuku mengikutinya. Ditengah gumpalan asap hitam ibuku berjuang untuk tetap mengikuti sosok orang yang sedang berlari itu. Sampai akhirnya ibuku menemukan sebuah jendela besar dimana tepat dibawahnya ada fondasi atap salah satu ruangan di hotel tersebut. Tanpa pikir dua kali ibuku melompat dan mendarat mendapatkan dirinya patah kakiknya dan keningnya robek. Perjuangan beliau masih belum selesai. Dia masih harus membawa dirinya turun dari pohon dengan keadaan masih terluka. Dan setelah sampai di lantai dasar beliau berhasil diselamatkan oleh warga setempat yang sedang bahu membahu mencoba memadamkan kobaran api.

Doa dan Kepasrahan Ibuku dan aku membawa kami menuju keselamatan hidup kami. Semoga kisah ini berguna untuk siapapun yang membacanya ....


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Catatan hari ke 7 puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari Ke 7

Pernahkah punya pengalaman hampir mati karena kecelakaan?

Saya dua tahun belakangan ini sudah dua kali hampir mati. Yang pertama saya ingat betul kejadiannya. Hari itu adalah hari Natal, tanggal 25 Desember 2010. Saya sepedaan dan dari belakang di tabrak motor yang sangat kencang sehingga dia terpental menghantam trotoar sedangkan kepala saya terbentur aspal berkali kali karena gulingan diatas aspal.

Yang kedua ialah kemarin pas manggung di Kota Manado. Saya naik keatas barikade penonton. Dengan niat untuk jangan sampai terjatuh. Tiba tiba tidak tahu mengapa saya terjatuh ke penonton. Saya melihat Riri, Asistent Nidji meraih tangan saya dan menarik saya dari penonton. Tiba tiba kami berdua merasakan tegangan listrik di tubuh kita. Badan saya berhasil dia tarik tetapi malahan saya jatuh diatas kumpulan kabel listrik untuk panggung. Jadinya malah saya terkena tegangan listrik untuk kedua kalinya. Dan yang kali ini tidak ada Riri yang menyelamatkan saya, hanya disambut kegelapan.

Dua kejadian ini selalu berakhir dengan hal yang sama. Selalu berakhir di tempat tidur Rumah Sakit di ruangan Gawat Darurat. Dan efeknya juga selalu sama. Saya semakin takut akan kematian. Makanya sekarang saya selalu berdoa lebih khusuk di segala aktifitas apalagi bila sedang naik pesawat terbang. Kalau sedang mengudara pesawat kami masuk ke kawasan bercuaca buruk maka saya biasanya langsung mengambil Iphone saya dan melihat lihat foto Aisha, Zidane,Cynthia dan tangan kanan atau kiri saya merangkul tangan siapapun disebelah saya ( Semua Anak Nidji sudah kena giliran ).

Tapi ada satu yang saya dapat simpulkan dari kedua kejadian tersebut. Sebelum naik sepeda dan manggung saya tidak pernah berdoa. Bahkan saya ingat banget bahwa selama bersepeda saya tidak berhenti berdzikir. Kekuatan Doa dan Berdzikir memang luar biasa karena berapa kali saya berhasil diselamatkan dari kematian.

Saya jadi ingat ketika ibu saya juga diselamatkan dari kematian di Fillipina. Waktu itu ibu saya menginap di sebuah hotel di saat sedang menghadiri Business Trip kantornya. Saya waktu itu masih Balita. Dimalam hari saat dia tertidur asap mulai masuk kekamar dan saat dia tersadar hotel yang dia tempati sedang terbakar. Dia keluar dari kamar tetapi langkahnya terhenti karena semua yang dilihatnya hanyalah asap dan kobaran api sedangkan beliau berada dilantai lima.

Disaat itu juga ibuku langsung berdoa, "Ya Allah, bila ini memang takdirmu aku pasrahkan saja, tetapi Ya Allah hambamu ini masih memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan saya ...". Belum selesai beliau berdoa tiba tiba dia melihat sosok orang yang berlari didepannya. Orang itu tinggi besar maka dengan gampangnya ibuku mengikutinya. Ditengah gumpalan asap hitam ibuku berjuang untuk tetap mengikuti sosok orang yang sedang berlari itu. Sampai akhirnya ibuku menemukan sebuah jendela besar dimana tepat dibawahnya ada fondasi atap salah satu ruangan di hotel tersebut. Tanpa pikir dua kali ibuku melompat dan mendarat mendapatkan dirinya patah kakiknya dan keningnya robek. Perjuangan beliau masih belum selesai. Dia masih harus membawa dirinya turun dari pohon dengan keadaan masih terluka. Dan setelah sampai di lantai dasar beliau berhasil diselamatkan oleh warga setempat yang sedang bahu membahu mencoba memadamkan kobaran api.

Doa dan Kepasrahan Ibuku dan aku membawa kami menuju keselamatan hidup kami. Semoga kisah ini berguna untuk siapapun yang membacanya ....


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Catatan hari keenam puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari Ke Enam

Sakit Batuk ini tiada hentinya menghantui kami satu keluarga. Alhasil Zidane terpaksa diungsikan ke rumah kakek neneknya di kawasan Ciputat. Sekarang aku, Cynthia, ibuku, suster dan mbak di rumah kami memakai masker 24 Jam sekarang.

Kami tidak mau saling menularkan lagi satu sama lain karena sekarang keadaan Cynthia jauh lebih parah daripada Aisha. Aisha sudah menunjukkan tanda tanda kondisinya membaik. Aisha mulai bersinar lagi sedangkan Cynthia semakin parah. Berkali kali batuknya sampai harus muntah dan terkadang sampai sesak nafas. Aku sendiri mulai batuk non stop. Bahkan tadi disaat melakukan wawancara di kantor Kapanlagi.com terpaksa memakai masker agar orang lain tidak ketularan. Susternya Aisha juga harus bed rest dan pulang dulu ke rumahnya. Akhirnya aku dan Cynthia yang sedang sakit menjaga Aisha agar dia bisa sehat kembali.

Apa yang dibutuhkan pasangan kekasih disaat mereka sakit ? Mereka membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu saya bilang ke management Nidji bahwa saya tidak bisa nyanyi hari ini dan saya juga absen dari salah satu meeting di Kantor untuk bisa pulang. Agar bisa menjaga keluarga yang sedang membutuhkan aku serta disaat bersamaan aku yang lagi sakit butuh mereka juga.

Di jalan pulang aku menyempatkan membelikan bubur ayam untuk Cynthia yang sedang susah makan. Dan begitu tahu bahwa aku izin dari kantor untuk menjaga dia dan Aisha ( serta mengistirahatkan diri sendiri ) dia langsung bahagia banget. Dan seperti ada semangat baru di untuk sembuh.

Terkadang hal terkecilpun bisa saja mengubah begitu banyak hal ... Kalau kata ibuku yang semua hal yang kita lakukan didunia ini yang penting diawali dengan NIAT YANG BAIK ...

Selamat Istirahat yang habis Taraweh ...


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Catatan hari kelima puasa by Giring Nidji

Catatan Hari Ke Lima

PUASA atau Tidak PUASA. Itulah pertanyaannya bila badan sedang kurang FIT. Tantangan terberat kita di puasa tahun ini adalah cuaca dan Polusi yang menyebabkan badan sangat rentan terkena penyakit apapun. Cynthia berapa hari ini sudah tidak bisa puasa karena Batuk parah. Batuknya sampai menyesakkan badan sehingga berapa kali dia terbangun dari tidunya karena harus menahan sesak nafas. Siang ini dia akan ke dokter paru paru untuk diperiksa lebih intens lagi. Mudah mudahan tidak ada yang serius ....

Sedangkan kemarin aku harus menahan badannya Aisha ketika dia sedang di ambil darahnya untuk di lakukan test laboratorium. Dia menangis kencang sambil berulang kali memanggil “Mamah, Ayah, Mamah, Ayah.” Aku dan Cynthia harus bersabar melihat anak kita kesakitan. Sudah hampir sebulan Aisha batuk berdahak sampai sampai berulang kali muntah karena dahaknya keluar dan juga memaksa makanan serta susu yang baru dimakan keluar juga. Mata segarnya Aisha lama kelamaan menjadi sayu karena dia tidak pernah tidur pulas lagi. Berat badannya berkurang karena segala makanan dan susu yang baru dikonsumsi terkadang keluar lagi. Tetapi hebatnya dia tidak pernah menangis kalau lagi kesakitan ataupun sehabis muntah dan pasti dia selalu mengucap “Holeeeeee ( Hore versi Balita )” sehabis batuk dan muntah. Keceriaannya terkadang memilukan hati tetapi membuat kita tersenyum disaat bersamaan.

Kemarin badanku juga sudah mulai tidak enak. Mulai batuk dan menggigil. Untung saja pagi ini pas Sahur sudah enakan banget badanku. Aku tidak boleh sakit karena anak dan istriku membutuhkan aku untuk tidak sakit. Cynthia tadi malam juga sempat bertanya, apakah saya kuat berpuasa. Walau aku tahu sekarang badan masih kurang Fit, tetap saja saya akan berpuasa. Karena balik lagi ke jurus ampuh saya yaitu “IKHLAS dan PASRAH”. Kemarin saya harus menguatkan badan melakukan aktifitas seharian ke kantor Mindtalk.com dan Kincir.com . Semangat untuk berpuasa mengalahkan segala jenis tantangan. Masih banyak umat Islam yang keadaannya lebih susah dan sengsara dari aku, ada banyak yang sahur secukupnya dan buka puasa seadanya. Ada yang sakit lebih parah daripada saya tetapi mereka masih kuat berpuasa dan tidak mengeluh sama sekali. Semua ini dilakukan untuk membuktikan ke Allah betapa cintanya kita umatnya kepadaNya.

Tapi teman teman di catatanku hari ini aku cuman ingin titip pesan, jaga diri selama bulan puasa. Apalagi yang tinggal di JABODETABEK. Tingkat Polusi dan Virus penyakit di Jakarta dapat menyerang kita dan membuat badan kita jatuh sakit kapan saja. Apalagi di bulan puasa ketika badan kita butuh kekuatan dan kekebalan tubuh yang tinggi. Perbanyak makan Vitamin dan buah buahan saat berbuka puasa dan sahur. Pebanyak istirahat pasca Sholat Taraweh. Karena ibadah di bulan puasa bukan hanya ibadah iman tetapi tantangan fisik juga.

Pagi ini hari pertama Zidane sekolah lagi. Aku harus bangun lagi nanti jam tujuh untuk mengantar dia sekolah. Selamat berpuasa guys.

( Catatan Ramadhan Giring juga ada di channel #GIRINGGANESHA di Mindtalk.com )


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Catatan hari keempat puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari ke empat ...


" Ya Allah saya niat berpuasa karena saya adalah hambamu ya Allah "

Niat yang paling simple sebelum kita berpuasa tetapi maknanya mendalam. Karena di dalam kata kata niat ada dua unsur yang selalu harus kita pegang seumur hidup kita. Dua unsur itu adalah IKHLAS dan PASRAH.

Belajar Ikhlas bukanlah hal yang mudah. Contoh yang paling sederhana saja. Ikhlas tersenyum disaat berpuasa. Tinggal di kota Jakarta dan masih berusaha untuk tersenyum menghadapi kemacetan, pekerjaan dan menahan emosi bukanlah hal yang mudah. Hal yang gampangnya ialah ngomel seharian. Tapi apa hasilnya? Kamu tidak akan menjadi manusia yang lebih baik sehabis itu.

Kalau saya punya trik kecil menghadapi gejolaknya emosi di tengah bulan puasa. Trik itu bernama NIKMATIN AJAH. Nikmatin rasa lapar, nikmatin rasa haus dan nikmatin menunggu bedug Maghrib. Karena kalau kita hanya menunggu dan menunggu saja belum tentu akan lancar puasa kita. Tapi kalau kita NIKMATIN AJA alhasil seperti lagi senang senang, karena pekerjaan kalau kita nikmatin jadinya akan jauh lebih menyenangkan. Karena bila kita senang, waktu akan lebih cepat berputar.

Lucunya Cynthia kalau nonton iklan sirup selama bulan puasa dia pasti ingin buru buru berbuka. Kalau saya malah NIKMATIN nonton channel Masak memasak di TV sambil tersenyum. Makanya Cynthia selalu bertanya kenapa saya bisa kuat banget puasanya. Ya itu jurusnya. NIKMATIN AJA segala emosi, lapar, haus dan kantuk karena semua ini ibadah.

Yang kedua ialah PASRAH. Pasrah itu salah satu jurus paling ampuh didunia ini. Tetapi dengan catatan ialah " LAKUKAN YANG TERBAIK DAN SEHABIS ITU BARU BERPASRAH ". Jangan " PASRAHIN SAJA NANTI JUGA DIBERIKAN JALAN OLEH ALLAH.". Karena saya percaya Allah tidak akan memberikan apapun ke mereka yang tidak pernah berkerja dan berusaha.

Saya belajar PASRAH pada saat saya ke Tanah Suci di tahun 2008. Disitu segala jenis bentuk ibadah saya lakukan dengan "KEPASRAHAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH". Karena sejujurnya itulah Islam. Sebalik dari tanah suci saya lebih suka dipanggil dengan nama saya sendiri tanpa embel embel apapun di depannya. Menjadi Haji bukanlah untuk titel atau pengakuan dari lingkungan sekitar. Bila saya sudah Haji bukan berarti saya manusia yang lebih tinggi derajatnya dari mereka yang belum Haji.

Menjadi Haji bagi saya adalah penemuan jati diri dan menjadi manusia yang lebih Ikhlas, Pasrah dan Positif. Proses naik haji kemarin seperti rangkuman hidup. Hidup itu apa? Dan pasti setiap orang mengartikannya beda beda. Saya menikmati jutaan rasa dihidup ini. Saya berpasrah setelah melakukan apapun. Dan selalu berpikiran positif walaupun terkadang dicaci maki atau bahkan dibenci oleh orang.

Jadi janggan panggil saya Haji Giring. Panggil saja Giring. Karena titel Haji itu aku simpan dalam dalam dihati sebagai kunci jawaban menghadapi hidup ini.

Selamat berpuasa ...


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -