Catatan Ramadhan Hari Ke 7
Pernahkah punya pengalaman hampir mati karena kecelakaan?
Saya dua tahun belakangan ini sudah dua kali hampir mati. Yang pertama
saya ingat betul kejadiannya. Hari itu adalah hari Natal, tanggal 25
Desember 2010. Saya sepedaan dan dari belakang di tabrak motor yang
sangat kencang sehingga dia terpental menghantam trotoar sedangkan
kepala saya terbentur aspal berkali kali karena gulingan diatas aspal.
Yang kedua ialah kemarin pas manggung di Kota Manado. Saya naik keatas
barikade penonton. Dengan niat untuk jangan sampai terjatuh. Tiba tiba
tidak tahu mengapa saya terjatuh ke penonton. Saya melihat Riri,
Asistent Nidji meraih tangan saya dan menarik saya dari penonton. Tiba
tiba kami berdua merasakan tegangan listrik di tubuh kita. Badan saya
berhasil dia tarik tetapi malahan saya jatuh diatas kumpulan kabel
listrik untuk panggung. Jadinya malah saya terkena tegangan listrik
untuk kedua kalinya. Dan yang kali ini tidak ada Riri yang menyelamatkan
saya, hanya disambut kegelapan.
Dua kejadian ini selalu
berakhir dengan hal yang sama. Selalu berakhir di tempat tidur Rumah
Sakit di ruangan Gawat Darurat. Dan efeknya juga selalu sama. Saya
semakin takut akan kematian. Makanya sekarang saya selalu berdoa lebih
khusuk di segala aktifitas apalagi bila sedang naik pesawat terbang.
Kalau sedang mengudara pesawat kami masuk ke kawasan bercuaca buruk maka
saya biasanya langsung mengambil Iphone saya dan melihat lihat foto
Aisha, Zidane,Cynthia dan tangan kanan atau kiri saya merangkul tangan
siapapun disebelah saya ( Semua Anak Nidji sudah kena giliran ).
Tapi ada satu yang saya dapat simpulkan dari kedua kejadian tersebut.
Sebelum naik sepeda dan manggung saya tidak pernah berdoa. Bahkan saya
ingat banget bahwa selama bersepeda saya tidak berhenti berdzikir.
Kekuatan Doa dan Berdzikir memang luar biasa karena berapa kali saya
berhasil diselamatkan dari kematian.
Saya jadi ingat ketika ibu
saya juga diselamatkan dari kematian di Fillipina. Waktu itu ibu saya
menginap di sebuah hotel di saat sedang menghadiri Business Trip
kantornya. Saya waktu itu masih Balita. Dimalam hari saat dia tertidur
asap mulai masuk kekamar dan saat dia tersadar hotel yang dia tempati
sedang terbakar. Dia keluar dari kamar tetapi langkahnya terhenti karena
semua yang dilihatnya hanyalah asap dan kobaran api sedangkan beliau
berada dilantai lima.
Disaat itu juga ibuku langsung berdoa,
"Ya Allah, bila ini memang takdirmu aku pasrahkan saja, tetapi Ya Allah
hambamu ini masih memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan saya ...".
Belum selesai beliau berdoa tiba tiba dia melihat sosok orang yang
berlari didepannya. Orang itu tinggi besar maka dengan gampangnya ibuku
mengikutinya. Ditengah gumpalan asap hitam ibuku berjuang untuk tetap
mengikuti sosok orang yang sedang berlari itu. Sampai akhirnya ibuku
menemukan sebuah jendela besar dimana tepat dibawahnya ada fondasi atap
salah satu ruangan di hotel tersebut. Tanpa pikir dua kali ibuku
melompat dan mendarat mendapatkan dirinya patah kakiknya dan keningnya
robek. Perjuangan beliau masih belum selesai. Dia masih harus membawa
dirinya turun dari pohon dengan keadaan masih terluka. Dan setelah
sampai di lantai dasar beliau berhasil diselamatkan oleh warga setempat
yang sedang bahu membahu mencoba memadamkan kobaran api.
Doa
dan Kepasrahan Ibuku dan aku membawa kami menuju keselamatan hidup kami.
Semoga kisah ini berguna untuk siapapun yang membacanya ....
- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar