kau dan aku selalu untuk selamanyaa . .

kau dan aku selalu untuk selamanyaa . .

Minggu, 29 Juli 2012

Catatan hari ke 8 puasa by Giring Nidji

Catatan Ramadhan Hari Ke 7

Pernahkah punya pengalaman hampir mati karena kecelakaan?

Saya dua tahun belakangan ini sudah dua kali hampir mati. Yang pertama saya ingat betul kejadiannya. Hari itu adalah hari Natal, tanggal 25 Desember 2010. Saya sepedaan dan dari belakang di tabrak motor yang sangat kencang sehingga dia terpental menghantam trotoar sedangkan kepala saya terbentur aspal berkali kali karena gulingan diatas aspal.

Yang kedua ialah kemarin pas manggung di Kota Manado. Saya naik keatas barikade penonton. Dengan niat untuk jangan sampai terjatuh. Tiba tiba tidak tahu mengapa saya terjatuh ke penonton. Saya melihat Riri, Asistent Nidji meraih tangan saya dan menarik saya dari penonton. Tiba tiba kami berdua merasakan tegangan listrik di tubuh kita. Badan saya berhasil dia tarik tetapi malahan saya jatuh diatas kumpulan kabel listrik untuk panggung. Jadinya malah saya terkena tegangan listrik untuk kedua kalinya. Dan yang kali ini tidak ada Riri yang menyelamatkan saya, hanya disambut kegelapan.

Dua kejadian ini selalu berakhir dengan hal yang sama. Selalu berakhir di tempat tidur Rumah Sakit di ruangan Gawat Darurat. Dan efeknya juga selalu sama. Saya semakin takut akan kematian. Makanya sekarang saya selalu berdoa lebih khusuk di segala aktifitas apalagi bila sedang naik pesawat terbang. Kalau sedang mengudara pesawat kami masuk ke kawasan bercuaca buruk maka saya biasanya langsung mengambil Iphone saya dan melihat lihat foto Aisha, Zidane,Cynthia dan tangan kanan atau kiri saya merangkul tangan siapapun disebelah saya ( Semua Anak Nidji sudah kena giliran ).

Tapi ada satu yang saya dapat simpulkan dari kedua kejadian tersebut. Sebelum naik sepeda dan manggung saya tidak pernah berdoa. Bahkan saya ingat banget bahwa selama bersepeda saya tidak berhenti berdzikir. Kekuatan Doa dan Berdzikir memang luar biasa karena berapa kali saya berhasil diselamatkan dari kematian.

Saya jadi ingat ketika ibu saya juga diselamatkan dari kematian di Fillipina. Waktu itu ibu saya menginap di sebuah hotel di saat sedang menghadiri Business Trip kantornya. Saya waktu itu masih Balita. Dimalam hari saat dia tertidur asap mulai masuk kekamar dan saat dia tersadar hotel yang dia tempati sedang terbakar. Dia keluar dari kamar tetapi langkahnya terhenti karena semua yang dilihatnya hanyalah asap dan kobaran api sedangkan beliau berada dilantai lima.

Disaat itu juga ibuku langsung berdoa, "Ya Allah, bila ini memang takdirmu aku pasrahkan saja, tetapi Ya Allah hambamu ini masih memiliki tiga anak kecil yang membutuhkan saya ...". Belum selesai beliau berdoa tiba tiba dia melihat sosok orang yang berlari didepannya. Orang itu tinggi besar maka dengan gampangnya ibuku mengikutinya. Ditengah gumpalan asap hitam ibuku berjuang untuk tetap mengikuti sosok orang yang sedang berlari itu. Sampai akhirnya ibuku menemukan sebuah jendela besar dimana tepat dibawahnya ada fondasi atap salah satu ruangan di hotel tersebut. Tanpa pikir dua kali ibuku melompat dan mendarat mendapatkan dirinya patah kakiknya dan keningnya robek. Perjuangan beliau masih belum selesai. Dia masih harus membawa dirinya turun dari pohon dengan keadaan masih terluka. Dan setelah sampai di lantai dasar beliau berhasil diselamatkan oleh warga setempat yang sedang bahu membahu mencoba memadamkan kobaran api.

Doa dan Kepasrahan Ibuku dan aku membawa kami menuju keselamatan hidup kami. Semoga kisah ini berguna untuk siapapun yang membacanya ....


- Kutipan dari fanpage FB Giring Cynthia Zidane -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar